Sabtu, 22 Maret 2014

TEKNOLOGI KOMUNIKASI (Komunitas Virtual Berbasis Internet)

assalamua'laikum, haii bloggers jangan bosen ya buat terus belajar...
Pada paper saya kali ini saya akan menelusuri hubungan antara media (baru) dan masyarakat. Ada empat bagian dari chapter materi ini, bagian pertama dari tiga periode sejarah ketika hubungan antara masyarakat dan media menjadi bahasan sentral. Sebuah deskripsi singkat dari media baru juga disediakan di sini. Yang kedua membahas transformasi konsep masyarakat dari awal studi sosiologis lokalitas-berorientasi yang dilakukan dari pemeriksaan multidisiplin fasilitas komunikasi berbasis internet di mana tempat geografisnya tidak ada. Bagian ketiga memberikan ilustrasi dari tiga jenis studi terkait masyarakat dan media: media elektronik skala kecil, jaringan informasi masyarakat, dan diskusi publik dan debat melalui jaringan elektronic. Bagian keempat dan terakhir meneliti pendekatan metodologis utama dan menunjukkan kontur agenda penelitian berorientasi pada eksplorasi lebih lanjut dari antarmuka antara masyarakat dan media baru.
Saya akan menelaah lebih dalam mengenai adanya komunitas virtual dalam layanan berbasis internet. Pada mata kuliah Teknologi komunikasi yang saya ambil di semester 4 ini saya barulah menyadari bahwa ternyata sudah banyak dan tidak asing  lagi komunitas virtual dalam layanan berbasis internet di dalam kehidupan kita selama ini, semenjak adanya internet sebenarnya masyarakat kita sudah memulai kehidupan virtualnya di dunia maya entah itu untuk tujuan pribadi atau kelompok, untuk bisnis, kesenangan, hobi, eksistensi,  atau kepentingan tertentu di bidang sosial potilik dan budaya.
Seperti telah disebutkan oleh Rheingold, mungkin lebih bertanggung jawab dari pada orang lain untuk membangkitkan minat dan antusiasme untuk komunitas virtual. Homesteading di perbatasan elektronik (2000) memberikan sekilas pribadi seperti apa hidup ini di dunia bawah dunia maya. Menggambar pada bertahun-tahun pengalaman pribadi di salah satu komunitas virtual pertama, Rheingold menguraikan berbagai kegiatan peserta yang ikut serta sementara dalam lingkungan virtual. Orang-orang dalam komunitas virtual menggunakan kata-kata pada dunia maya untuk bersenda gurau dan berpendapat, terlibat dalam diskursus intelektual, melakukan perdagangan, pertukaran pengetahuan, berbagi dukungan emosional, membuat rencana, brainstorming, gosip, perseteruan, jatuh cinta, mencari teman dan kehilangan mereka, bermain game, bermain-main, membuat sedikit tinggi seni dan banyak omong kosong.
 Orang-orang dalam komunitas virtual hampir semua orang lakukan dalam kehidupan nyata, namun pada saat di dunia maya mereka bisa saja hanya sebuah fiktif menurut saya.  Hal demikian dikarenakan terkadang kita ingin menjadi orang lain atau orang imajinatif kita yang kita pakai dalam identitas di dunia maya. Ada juga yang memang ingin menggunakan identitas aslinya dalam dunia maya, mungkin untuk hal-hal yang bersifat formal barulah mereka menggunakan identitas asli dalam dunia maya misalnya untuk melamar pekerjaan atau biografi pribadi yang penting dsb.
Menurut penelitian saya tentang dunia maya seperti sosial media yang marak pada saat ini, tidak sedikit mereka-mereka yang tidak menggunakan identitas asli dalam dunia virtual mereka. Namun pada suatu komunitas di facebook misalnya tentang jual beli online ada pula yang tidak menggunakan identitas asli, memang ada rasa kepercayaan tersendiri terhadap mereka yang membuat suatu komunitas dalam dunia virtual karena mereka semua memiliki kepentingan yang sama yang kemudian membentuk komunitas tersebut walaupun dalam kehidupan real mereka belum bernah saling bertemu.
Namun apakah hal tersebut tidak menimbulkan hal yang negatif? Saya sering melihat di televisi berita tentang kasus penipuan yang ada di dunia maya bahkan pembunuhan yang kemudian si pelaku susah dilacak karena kebanyakan dari mereka menggunkan identitas yang tidak sebenarnya, disinilah kita harus lebih cerdas dalam dunia virtual yang ternyata terkadang lebih membahayakan dibanding kehidupan nyata.
Berbeda dengan komunitas virtual lainnya yang terbentuk karena adanya kepentingan bersama yang memang anggotanya sudah mengenal satu sama lain dalam kehidupan nyata. Mereka akan lebih memiliki rasa kepercayaan yang mantap satu dengan lainnya.
Salah satu fitur yang mencolok dan bermasalah dari komunitas virtual, menurut Fernback dan Thompson (1995), adalah pada fluiditas dari Asosiasi individu yang mungkin memiliki komunitas seperti itu. Individu dapat menjadi aktif dan menonjol dengan cepat, meninggalkan komunitas virtual mungkin semudah mengubah saluran pada pesawat televisi. Fluiditas tersebut mungkin memiliki konsekuensi, mereka menunjukkan, untuk stabilitas masyarakat virtual untuk tingkat yang lebih besar daripada kasus untuk kehidupan nyata atau komunitas offline. Untuk alasan ini, mereka pesimis tentang potensi komunitas online untuk berkontribusi lanskap sudah terfragmentasi ruang publik.

Mungkin ini hanya salah satu diskusi ringan yang dapat saya jelaskan, memang menarik sekali untuk kita bahas bersama saat di dalam kelas, banyak pemikiran dan pertanyaan-pertanyaan cerdas dari teman-teman yang membuat saya lebih kritis dari sebelumnya dan juga membuat saya terlihat bodoh karena saya memang harus lebih banyak membaca buku dan referensi yang telah di berikan oleh dosen. Demikian yang dapat saya jelaskan semoga dapat bermanfaat untuk pembaca yaa jangan sungkan untuk memberikan kritik dan sarannya J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar